Lembur feat Pizza Hut
Semuanya persis seperti bayanganku kemaren. Jam 9 pagi aku udah di kantor dan ini membuktikan bahwa aku yang paling wahid hadir pada sabtu pagi ini. Sejumlah pertanyaan yang sama banyak dilontarkan teman2 yang berpapasan denganku. Kok masuk sih ? Dan semuanyapun kujawab dengan jawaban yang sama pula bahwa pekerjaanku lumayan bejibun.
Beda dengan aku yang sorangan wae, di lapangan produksi sewing penuh yang lembur. Kalau selama senin sampe jum’at mereka tampil kembar dengan seragam warna orange pucat, hari ini suasana produksi lebih semarak dengan aneka model baju dan aneka warna.
Seperti layaknya pejuang yang siap tempur, begitupun yang terjadi padaku. Setumpuk file memenuhi meja kerja. Targetku minimal 2 style kudu siap aku hitung costingnya. Dari mulai buku receive fabric, buku pembelian, cutting order, sampe buku shipment pun ada. Yang pasti beberapa file dari order yang akan ku-costing menduduki tumpukan teratas.
Untuk sementara diruangan cuma aku sendiri jadi rasanya aku punya hak penuh akan jenis lagu yang aku pilih. Tembang lawas dari Lea Solanga seolah yel2 penyemangat kerja. Berkolaborasi dengan Brade Kane, We Could Be In Love mengalun merdu.
****
Jam 10 lewat Mbak Made akhirnya datang. Mbak satu ini tampil sporti dengan kaos biru dan celana putih polos ¾ dengan dua stripe disisi kanan dan kirinya. Jika ditambah sepatu skets dan handuk Good Morning, pas banget dah buat SKJ (* sambil menggerakkan kedua tangan kekiri dan kekanan….satu….dua…tiga…empat…*) ^_^
Si bungsu Fresti baru tiba kurang dari 1 ½ jam tengah hari. Tanpa dosa dia melenggang kangkung memasuki ruangan. Sementara dari jauh kita udah melolotin tangannya dengan penuh pengharapan akan bungkusan yang dinanti-nantikan. Aku dan Mbak Made baru bernafas lega begitu Fresti memastikan bahwa “bungkusan” yang dinantikan sudah aman di mess.
Cewek satu ini dalam berbusana memang penganut paham minimalis, minim bahannya minim pula potongannya. Hihihi…. Kali ini dia tampil dengan kaos polos putih ketat dengan potongan dada rendah bentuk V. Begitupun bagian punggungnya juga berbentuk sama jadi baik bagian depan maupun punggungnya by pass deh diliatin siapa saja memamerkan kulitnya yang putih.
Terakhir “tukang” email kita yang datang setelah by sms aku kabari bahwa lunch siang ini udah siap untuk disantap. Atie juga tampil nyantai dengan kaos warna biru dongker pekat. Ditambah kerudung biru dan jeans biru pula membuktikan bahwa betapa kagumnya dia dengan warna itu. Gak aneh judul MP-nya pun berbunyi Biru Langit. Dibalut dengan blouse stripe pink-hijau-ivory plus celana jeans dan kerudung yang maching dengan selop putih, berarti aku satu-satunya yang tampil agak formal.
Beda dengan Fresti yang tampil anggun dengan sepatu pink berhak 3 cm, Atie malah cuma bersandal jepit ria. :)))) Ah, Teteh….
Gak sampe setengah jam begitu Atie menggabungkan diri kita langsung menyantap Pizza Hut. Dua pan Super Supreme stuffed crushed bener-bener menggoda. Satu pan ukuran middle khusus buat Pak Raju sebagai donator utamanya. Satu pan lagi ukuran jumbo kita lahap sampe tuntas. Masing-masing kita dapat 2 potongan kecuali Fresti jatahnya satu lagi diembat sama Iim yang kebetulan nongol selagi kita makan. Bener-bener puas deh walaupun aku tuh kurang suka yang pake stuffed crushed tapi buat nolak…lebih gak suka lagi…….. ^_^
Lemburan kali ini lebih special. Meskipun kami kecuali Atie tidak dapat uang lembur tapi dengan 2 potong pizza sepertinya itu sudah lebih dari cukup. Lemburan hari ini berakhir setelah jam setengah satu siang aku dan Mbak Made meninggalkan SKI tercinta.
Beda dengan aku yang sorangan wae, di lapangan produksi sewing penuh yang lembur. Kalau selama senin sampe jum’at mereka tampil kembar dengan seragam warna orange pucat, hari ini suasana produksi lebih semarak dengan aneka model baju dan aneka warna.
Seperti layaknya pejuang yang siap tempur, begitupun yang terjadi padaku. Setumpuk file memenuhi meja kerja. Targetku minimal 2 style kudu siap aku hitung costingnya. Dari mulai buku receive fabric, buku pembelian, cutting order, sampe buku shipment pun ada. Yang pasti beberapa file dari order yang akan ku-costing menduduki tumpukan teratas.
Untuk sementara diruangan cuma aku sendiri jadi rasanya aku punya hak penuh akan jenis lagu yang aku pilih. Tembang lawas dari Lea Solanga seolah yel2 penyemangat kerja. Berkolaborasi dengan Brade Kane, We Could Be In Love mengalun merdu.
****
Jam 10 lewat Mbak Made akhirnya datang. Mbak satu ini tampil sporti dengan kaos biru dan celana putih polos ¾ dengan dua stripe disisi kanan dan kirinya. Jika ditambah sepatu skets dan handuk Good Morning, pas banget dah buat SKJ (* sambil menggerakkan kedua tangan kekiri dan kekanan….satu….dua…tiga…empat…*) ^_^
Si bungsu Fresti baru tiba kurang dari 1 ½ jam tengah hari. Tanpa dosa dia melenggang kangkung memasuki ruangan. Sementara dari jauh kita udah melolotin tangannya dengan penuh pengharapan akan bungkusan yang dinanti-nantikan. Aku dan Mbak Made baru bernafas lega begitu Fresti memastikan bahwa “bungkusan” yang dinantikan sudah aman di mess.
Cewek satu ini dalam berbusana memang penganut paham minimalis, minim bahannya minim pula potongannya. Hihihi…. Kali ini dia tampil dengan kaos polos putih ketat dengan potongan dada rendah bentuk V. Begitupun bagian punggungnya juga berbentuk sama jadi baik bagian depan maupun punggungnya by pass deh diliatin siapa saja memamerkan kulitnya yang putih.
Terakhir “tukang” email kita yang datang setelah by sms aku kabari bahwa lunch siang ini udah siap untuk disantap. Atie juga tampil nyantai dengan kaos warna biru dongker pekat. Ditambah kerudung biru dan jeans biru pula membuktikan bahwa betapa kagumnya dia dengan warna itu. Gak aneh judul MP-nya pun berbunyi Biru Langit. Dibalut dengan blouse stripe pink-hijau-ivory plus celana jeans dan kerudung yang maching dengan selop putih, berarti aku satu-satunya yang tampil agak formal.
Beda dengan Fresti yang tampil anggun dengan sepatu pink berhak 3 cm, Atie malah cuma bersandal jepit ria. :)))) Ah, Teteh….
Gak sampe setengah jam begitu Atie menggabungkan diri kita langsung menyantap Pizza Hut. Dua pan Super Supreme stuffed crushed bener-bener menggoda. Satu pan ukuran middle khusus buat Pak Raju sebagai donator utamanya. Satu pan lagi ukuran jumbo kita lahap sampe tuntas. Masing-masing kita dapat 2 potongan kecuali Fresti jatahnya satu lagi diembat sama Iim yang kebetulan nongol selagi kita makan. Bener-bener puas deh walaupun aku tuh kurang suka yang pake stuffed crushed tapi buat nolak…lebih gak suka lagi…….. ^_^
Lemburan kali ini lebih special. Meskipun kami kecuali Atie tidak dapat uang lembur tapi dengan 2 potong pizza sepertinya itu sudah lebih dari cukup. Lemburan hari ini berakhir setelah jam setengah satu siang aku dan Mbak Made meninggalkan SKI tercinta.








